Jumat, 17 Januari 2014

10 Pemahaman Teori Sastra



Formalisme
Secara etimologi, formalisme berarti wujud atau benda sedangkan dalam ilmu sastra, teori formalisme  merupakan teori yang mengkaji   karya sastra dengan mengutamakan  bentuk karya sastranya daripada isiya  dan tidak berhubungan dengan unsur sejarah, biografi, konteks budaya dan sebagaiya. Bentuk karya sastra yang dianalisa seperti, kata-kata formal dan tehnik pegucapan, meliputi ritma, rima, aquistik, aliterasi, asonansi.
Konsep Formalisme juga menganggap penting berbagai ragam bahasa. Para tokoh membedakan antara ragam bahasa puitik dengan bahasa praktis/prosaik dan ragam bahasa puitik dengan bahasa emotif/emosional. Bagi tokoh formalis, pembedaan tersebut menjadi sangat penting karena masing-masing ragam (pemakaian) bahasa itu memiliki dan menyediakan konteks/tujuan, fungsi, nilai, dan hukum-hukumnya sendiri.
Konsep formalisme yang lain juga menjelaskan bahwa bentuk merupakan sesuatu yang komplet, konkrit atau nyata, dinamis, dan berdiri sendiri. Konsep ini mempercayai bahwa bentuk berhubugan dengan makna yang terkandung pada karya sastra. Jika bentuk diubah maka isi yang terkandung dalam karya sastra akan berubah. Bisa dikatakan bahwa aspek bentuk sangat berpengaruh pada makna atau isi karya sastra.  
Konsep Formalisme selanjutnya ialah gagasan mengenai teknik berhubungan dengan bentuk. Maksud dari konsep ini ialah bahwa persepsi bentuk merupakan hasil dari pemikiran dan pengamplikasian teknik – teknik artistik  khusus yang memaksa pembaca untuk memperhatikan kehadiran bentuk  tersebut. Bentuk dengan menggunakan teknik artistik akan memunculkan kesan pada pembaca. Selain untuk kebutuhan artistik, keberadaan teknik pun dibutuhkan untuk membuat objek yang ingin dideskripsikan.
Selanjutnya, konsep Formalisme menganggap bahwa plot merupakan posisi sebagai struktur. Teori menganai fiksi dan plot perlu diketahui sebagai gagasan yang cukup penting yang dikemukakan oleh para tokoh formalis. Konstruksi plot menjadi subjek dasar yang menyimpan kekhasan pada seni naratif. Salah satu tokoh formalis, Victor Shklovsky, mengatakan bahwa cerita hanya untuk memformulasikan plot, sementara plot itu sendiri menempati posisinya sebagai struktur.

Struktural

Teori strukturalisme dalam ilmu sastra lahir dan berkembang melalui tradisi formalisme. Artinya hasil-hasil yang dicapai melalui tradisi-tradisi formalisme sebagian besar dilanjutkan dalam strukturalisme. Disuatu pihak para pelopor formalisme sebagian besar ikut andil dalam mendirikan strukturalisme, dilain pihak atas dasar pengalaman formalismelah mereka mendirikan strukturalisme dengan pengertian bahwa berbagai kelemahan yang terdapat dalam formalisme di perbaiki kembali oleh strukturalisme oleh karena itulah Mukarosvky seorang tokoh formalis Rusia berpendapat bahwa strukturalisme yang mulai diperkenalkan pada tahun 1934 tidak menggunakan nama metode ataupun teori (Chalima, 1994) sebab teori merupakan bidang ilmu pengetahuan tertentu sedangkan metode merupakan prosedur imiah yang relaif baku. Pada masa tersebut strukturalisme terpaku dan terbatas sebagai sudut pandang epestimologi saja, sebagi system tertentu dengan mekanisme antar hubungan. Oleh sebab itu Robert Schools (1977) menjelaskan keberadaan strukturalisme menjadi tiga tahap, yaitu: sebagai pergeseran paradigma berfikir, sebagai metode dan terakhir sebagai teori. Mekanisme seperti ini merupakan cara yang biasa dalam perkembangan ilmu pengetahuaan. Jadi bisa dikatakan bahwa strukturalisme mulai dengan lahirannya ketidakpuasan dan berbagai kritik terhadap formalisme. Paham ini mencakup bentuk dan makna atau isi sebagai analisisnya. Unsur inilah yang selalu berhubungan dengan makna secara keseluruhan. Maka kedua unsur itu penting dalam penafsiran sastra. Teori struktur juga merupakan paham filsafat yang memandang dunia sebagai realita yang berstruktur, dan membentuk jaringan relasi dan keharusan. Jaringan ini bersifat otonom sehingga membentuk sistem baku dalam penelitian sastra.





Strukturalisme
Strukturalisme adalah faham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap. Strukturalisme juga adalah sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu kemanusiaan dari tahun 1950 hingga 1970, khususnya terjadi di Perancis.Strukturalisme berasal dari bahasa Inggris, structuralism; latin struere (membangun), structura berarti bentuk bangunan. Trend metodologis yang menyetapkan riset sebagai tugas menyingkapkan struktur objek-objek ini dikembangkan olerh para ahli humaniora.Struktualisme berkembang pada abad 20, muncul sebagai reaksi terhadap evolusionisme positivis dengan menggunakan metode-metode riset struktural yang dihasilkan oleh matematika, fisika dan ilmu-ilmu lain.
Teori strukturalisme sastra merupakan sebuah teori pendekatan terhadap teks-teks sastra yang menekankan keseluruhan relasi antara berbagai unsur teks. Unsur-unsur teks secara berdiri sendiri tidaklah penting. Istilah kritik strukturalisme secara khusus mengacu kepada praktik kritik sastra yang mendasarkan model analisisnya pada teori linguistik modern. Teori strukturalisme memiliki latar belakang sejarah evolusi yangcukup panjang dan berkembang secara dinamis. Dalam perkembangan itu terdapat banyak konsep dan istilah yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan. Jadi walaupun terdapat banyak perbedaan antara pemikir-pemikir strukturalis, namun titik persamaannya adalah bahwa mereka semua memiliki kaitan tertentu dengan prinsip-prinsip dasar linguistik. Struktur bukanlah suatu yang statis, tetapi merupakan suatu yang dinamis karena didalamnya memiliki sifat transformasi. Karena itu, pengertian struktur tidak hanya terbatas pada struktur (structure), tetapi sekaligus mencakup pengertian proses menstruktur (structurant). Dengan demikian, teori struktural adalah suatu disiplin yang memandang karya sastra sebagai suatu struktur yang terdiri atas beberapa unsur yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Semiotika
Semiotik Semiotik merupakan terminologi yang merujuk pada ilmu yang sama. Istilah semiologi lebih banyak digunakan di Eropa sedangkan semiotik lazim dipakai oleh ilmuwan Amerika. Istilah yang berasal dari kata Yunani semeion yang berarti ‘tanda’ atau ‘sign’ dalam bahasa Inggris itu adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda seperti: bahasa, kode, sinyal, dan sebagainya. Secara umum, semiotik didefinisikan sebagai berikut. Semiotics is usually defined as a general philosophical theory dealing with the production of signs and symbols as part of code systems which are used to communicate information. Semiotics includes visual and verbal as well as tactile and olfactory signs (all signs or signals which are accessible to and can be perceived by all our senses) as they form code systems which systematically communicate information or massages in literary every field of human behaviour and enterprise. (Semiotik biasanya didefinisikan sebagai teori filsafat umum yang berkenaan dengan produksi tanda-tanda dan simbol-simbol sebagai bagian dari sistem kode yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi. Semiotik meliputi tanda-tanda visual dan verbal serta tactile dan olfactory [semua tanda atau sinyal yang bisa diakses dan bisa diterima oleh seluruh indera yang kita miliki] ketika tanda-tanda tersebut membentuk sistem kode yang secara sistematis menyampaikan informasi atau pesan secara tertulis di setiap kegiatan dan perilaku manusia).
Konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara ‘yang ditandai’ (signified) dan ‘yang menandai’ (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi, penanda adalah aspek material dari bahasa yaitu apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca. Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi, petanda adalah aspek mental dari bahasa. Suatu penanda tanpa petanda tidak berarti apa-apa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas dari penanda; petanda atau yang dtandakan itu termasuk tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistik. Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Konotasi, walaupun merupakan sifat asli tanda, membutuhkan keaktivan pembaca agar dapat berfungsi.


Dekontruksi
Dekonstruksi identik dengan resepsi sastra. Apabila teks dikaitkan dengan perempuan dan masalah-masalah kolonial, maka dekonstruksi identik dengan feminis dan postkolonial. Apabila teks dikaitkan dengan cerita dan penceritaan, dekonstruki identik dengan naratologi dan postrukturalis. Dengan demikian postrukturalisme adalah mendekonstruksi kekuatan laten subjek kultural, subjek-subjek hegemonis yang secara terus menerus mengkondisikan situasi marginalitas. ’perempuan ‘ adalah simbol marginalitas yang paling konstan. Perempuan adalah manifestasi hawa ditaman eden, kaum buruh dan tani bagi kelompok marxis, pribumi dalam pandangan kolonial, ekonomi lemah dalam kaitannya dengan proyek kapitalis, novel populer dalam kerangka sastra yang indah (kesusastraaan), pada tradisional dalam era swalayan, dan sebagainya. Pada dasarnya dekostruksi diperhadapkan pada simbol-simbol ‘perempuan’ seperti diatas.
Dalam bidang sastra, dekonstruksi termasuk salah satu teori yang sangat sulit untuk dipahami dibandingkan dengan teori-teori postrukturalisme pada umumnya.
Dekonstruksi berasal dari kata de + construktio (latin). Pada umumnya  de berarti ke bawah, pengurangan, atau terlepas dari. Sedangkan kata Construktio berarti bentuk, susunan, hal menyusun, hal mengatur. Dekonstruksi dapat diartikan sebagai pengurangan atau penurunan intensitas bentuk yang sudah tersusun, sebagai bentuk yang sudah baku. Dekonstruksi adalah cara membaca teks, sebagai strategi. Dekonstruksi tidak semata-mata ditunjukkan terhadap tulisan, tetapi semua pernyataan kultural sebab keseluruhannya pernyataan tersebut adalah teks yang dengan sendirinya sudah mengandung nilai-nilai, prasyarat, ideologi, kebenaran, dan tujuan-tujuan tertentu. Dekonstruksi dengan demikian tidak terbatas hanya melibatkan diri dalam kajian wacana, baik lisan maupun tulisan, melainkan juga kekuatan-kekuatan lain yang secara efektif mentransformasikan hakikat wacana.
Memahami dekonstruksi bukan sesuatu yang mudah. Ini terkait pengartian yang sering keliru. Banyak orang mengartikan dekonstruksi sebagai pembongkaran sesuatu yang sudah mapan. Ini memang tidak dapat dikatakan salah sepenuhnya. Tetapi, ini juga tidak dapat dikatakan benar. Strategi dekonstruksi dalam membongkar suatu teks bukan hanya menciptakan makna baru.

Resepsi sastra
          Resepsi sastra merupakan aliran sastra yang meneliti teks sastra dengan mempertimbangkan pembaca selaku pemberi sambutan atau tanggapan. Dalam memberikan sambutan dan tanggapan tentunya dipengaruhi oleh faktor ruang, waktu, dan golongan sosial.
            Resepsi sastra berasal dari bahasa Latin yaitu recipere yang diartikan sebagai penerimaan atau penyambutan pembaca. Dalam arti luas resepsi diartikan sebagai pengolahan teks, cara-cara pemberian makna terhadap karya, sehingga dapat memberikan respon terhadapnya. Respon yang dimaksudkan tidak dilakukan antara karya dengan seorang pembaca, melainkan pembaca sebagai proses sejarah, pembaca dalam periode tertentu.
            Dalam resepsi sastra ada anggapan bahwa ada suatu arti/makna tertentu dalam karya sastra yang muncul pada suatu masa dan lokasi tertentu. Ini disebabkan oleh adanya suatu latar belakang pemikiran tertentu pada masa itu yang menjadi pedoman bagi orang yang memahaminya. Dengan begitu, suatu karya akan punya nilai lampau dan makna kini (past significance dan present meaning).
Teori resepsi tidak hanya memahami bentuk suatu karya sastra dalam bentangan historis berkenaan dengan pemahamannya. Teori menuntut bahwa sesuatu karya individu menjadi bagian rangkaian karya lain untuk mengetahui arti dan kedudukan historisnya dalam konteks pengalaman kesastrannya. Pada tahapan sejarah resepsi karya sastra terhadap sejarah sastra sangat penting, yang terakhir memanifestasikan dirinya sebagai proses resepsi pasif yang merupakan bagian dari pengarang. Pemahaman berikutnya dapat memecahkan bentuk dan permasalahan moral yang ditinggalkan oleh karya sebelumnya dan pada gilirannya menyajikan permasalahan baru.

            Dengan demikian, resepsi sastra merupakan proses pemaknaan karya sastra oleh pembaca sehingga dapat mereaksi atau menanggapi karya sastra itu. Dengan perkataan lain, pengertian resepsi ialah reaksi pembaca terhadap sebuah teks. Dalam hal ini peranan pembaca menjadi penting karena orientasi terhadap teks dan pembaca menjadi landasan utamanya.

Intertekstualitas                      
            Secara luas interteks diartikan sebagai jaringan hubungan antara satu teks dengan teks yang lain. Lebih dari itu, teks itu sendiri secara etimologis (textus, bahasa latin) berarti tenunan, anyaman, penggabungan, susunan, dan jalinan. Produksi makna terjadi dalam interteks yaitu melalui proses proposisi, permutasi, dan transformasi. Pendekatan intertekstual mempunyai prinsip dasar bahwa setiap teks merupakan satu produktivitas. Teks merupakan satu permutasian teks-teks lain. Intertekstual memandang teks berada di dalam ruang satu teks yang ditentukan, teks merupakan bermacam-macam tindak ujaran, teks diambil dari teks-teks lain, serta teks bersifat tumpang-tindih dan saling menetralkan satu sama lain. Karena itu, teks sastra dibaca dan harus dibaca dengan latar belakang teks-teks lain, tidak ada sebuah teks pun yang sungguh-sungguh mandiri, dalam arti bahwa penciptaan dan pembacaannya tidak dapat dilakukan tanpa adanya teks-teks lain. Setiap teks dikonstruksi sebagai mosaik kutipan-kutipan, penyerapan, dan transformasi teks-teks lain. Dugaan intertektualitas menggantikan  intersubjektivitas itu dan menganggap sebuah bahasa puitis harus dibaca sebagai satu hal yang bersifat ganda. Analisis intertekstual bersifat politis (praktis), yakni melihat yang tekstual dan ekstratekstual saling memperlakukan, atau yang ekstratekstual merupakan jenis teks lain. Namun, terdapat kebutuhan yang menggambarkan relasi antara pembentukan-pembentukan sosial (sebagai salah satu jenis teks) dan teks-teks dalam pengertian konvensional. Praktik intertekstual merupakan sebuah upaya untuk berjuang melawan “kerumitan dan pengucilan.



Sosiologi Dan Psikologi Sastra

Dalam masyarakat superstruktur memiliki   fungsi esensial untuk melegitimasi kekuatan kelas sosial yang memiliki alat produksi ekonomi, sehingga ide-ide dominan dalam masyarakat adalah ide-ide kelas penguasanya. Produksi ide, konsep, dan kesadaran pertama kalinya secara langsung tidak dapat dipisahkan  dengan hubungan material antarmanusia, bahasa kehidupan nyata. Pemahaman, pemikiran, hubungan spiritual antarmanusia muncul sebagai rembesan langsung terhadap perilaku material manusia. Perilaku material tersebut dinamakan infrastruktur, sementara  ide, konsep, dan kesadaran merupakan superstruktur.
Marxisme menegaskan bahwa, bukan kesadaran yang menentukan kehidupan, tetapi kehidupanlah yang menentukan kesadaran. Hubungan sosial antarmanusia diikat dengan cara mereka memproduksi kehidupan materialnya. Jumlah total dari hubungan produksi ini merupakan struktur ekonomi masyarakat, landasan yang sesungguhnya yang meningkatkan legalitas dan superstruktur politis  dan sesuai dengan bentuk-bentuk  yang pasti dari kesadaran sosial. Landasan kehidupan material (infrastruktur) mengkondisikan proses kehidupan sosial, politik, dan intelektual (superstruktur).
Pembagian masyarakat menjadi tuan dan budak, bangsawan dan hamba, pengusaha dan buruh, tidak hanya berakhir pada tatanan produksi, melainkan menjalar ke wilayah-wilayah kehidupan lain. Oleh karena itu, hubungan-hubungan sosial, lembaga-lembaga, hukum –hukum, agama, filsafat, dan kesusastraan, sebagai supertruktur masyarakat, mencerminkan dan terutama sekali ditentukan oleh infrastruktur masyarakat yang berupa hubungan produksi di atas.
Munculnya pendekatan psikologi dalam sastra disebabkan oleh meluasnya perkenalan sarjana-sarjana sastra dengan ajaran-ajaran Freud yang mulai diterbitkan dalam bahasa Inggris. Yaitu Tafsiran Mimpi ( The Interpretation of Dreams ) danThree Contributions to A Theory of Sex atau Tiga Sumbangan Pikiran ke Arah Teori Seks dalam dekade menjelang perang dunia. Pembahasan sastra dilakukan sebagai eksperimen tekhnik simbolisme mimpi, pengungkapan aliran kesadaran jiwa, dan pengertian libido ala Freud menjadi semacam sumber dukungan terhadap pemberontakan sosial melawan Puritanisme(kerohanian ketat) dan tata cara Viktorianoisme(pergaulan kaku).Dahulu kejeniusan sastrawan selalu menjadi bahan pergunjingan. Sejak zaman Yunani, kejeniusan dianggap kegilaan(madness) dari tingkat neurotik sampai psikosis. Penyair dianggap orang yang kesurupan (possessed). Ia berbeda dengan yang lainnya, dan dunia bawah sadarnya yang disampaikan melalui karyanya dianggap berada di bawah tingkat rasional. Namun, pengarang tidak sekedar mencatat gangguan emosinya ia juga mengolah suatu pola arketipnya, seperti Dostoyevsky dalam karyanya The Brother Kamarazov atau suatu pola kepribadian neurotik yang sudah menyebar pada zaman itu. Kemudian, ilmu tentang emosi dan jiwa itu berkembang dalam penilaian karya sastra.(Psikoanalisis Sastra)
Dari apa yang telah tertulis dalam latar belakang, bahwasanya pada hakikatnya , psikologi tidak dapat dipisahkan dari mitoligi Yunani Kuno. Beberapa kasus dalam psikologi, misalnya “histeria” dan “narsisme” berasal dari mitologi Yunani Kuno. Karena sastra adalah kepanjangan mitologi, maka sastra, langsung atau tidak , juga merupakan kepanjangan psikologi. Dalam mitologi ada tokoh-tokoh, demikian juga dalam karya sastra. Masing - masing tokoh mempunyai kepentingan dan masalah, dan karenanya ada kepentingan dan dengan adanya masalah inilah mereka saling berinteraksi. Dari interaksi inilah pembaca dapat menyimak watak masing – masing tokoh. Paradok dan kontradiksi yang mendasari ialah bahwa kita menjadi seperti sekarang ini hanya melalui represi besar-besaran atas elemen yang menjadi dasar bagian penciptaan kita. Kita tentu saja tidak menyadari hal ini, sama dengan laki-laki dan perempuan menurut Karl Marx yang secara umum tidak sadar akan proses social yang menentukan hidup mereka. Bahkan menurut definisi kia mungkin menyadari fakta ini, karena tempat kita mnyingkirkan hasrat yang tak mampu kita penuhi dikenal dengan nama bawah sadar. Namun, satu petanyaan yang langsung timbul adalah mengapa manusialah yang menjadi hewan neurotic. Mungkin saja ini adalah sebuah Idealisme Romantik atas makhluk-makhluk demikian, tapi bagi pihak luar mereka kelihatannya dapat menyesuaikan diri dengan cukup baik, meskipn mungkin mereka pernah tercatat satu atau dua kasus kelumpuhan karena “hysteria”. “jalan yang mulia” menuju alam bawah sadar adalah melalui mimpi. Mimpi memungkinkan kita beberapa kali melihat pemenuhan simbolis dari keinginan tak sadar, dan mimpi secara langsung, bisa jadi hasilnya langsung mengejutkan dan mnegusik kita hingga kita terbangun. Mimpi menyediakan aksen utama tetapi bukan satu-satunya, terhadap bawah sadar. Ada pula yang disebut Frued sebagai “Parapraksis”, salah satu ucapan yang tidak dapat dijelaskan, kehilangan ingatan, salah bertindak, salah faham dan salah penempatan yang dapat dilacak kearah keinginan dan maksud tak sadar. Tetapi kerja bawah sadar yang paling merusak adalah  gangguan psikologi dalam satu atau lain bentuk. Manusia memiliki hasrat tak sadar yang tidak mau disangkal, tetapi juga tidak berani menemukan pelepasan yang nyata, dalam hal ini hasrat memaksakan diri keluar dari alam bawah sadar, ego memblokirnya secara defensive, dan hasil dari konflik internal inilah yang kita sebut dengan neurosis. Melindungi dirinya dari hasrat tak sadar sekaligus diam-diam melakukannya. Neurosis yang dimekian bersifat obsesif (keharusan), histeris (lengan lumpuh tanpa alasan organic yang jelas), atau fobia (ketakutan tak beralasan terhadap ruang terbuka atau hewan tertentu). Tujuan Psikoanalis ini adalah mengungkapkan penebab-penyebab tersembunyi dari neurosis agar dapat membebaskan diri dari konfliknya, dengan demikian menghilanglah gejala-gejala yang membuat stress. Hubungan antara psikologi dengan sastra sebenarnya telah lama ada, semenjak usia ilmu itu sendiri. Akan tetapi penggunaan psikologi sebagai sebuah pendekatan dalam penelitian sastra belum lama dilakukan.


Feminisme
                Feminisme lahir awal abad ke 20, yang dipelopori oleh Virginia Woolf dalam bukunya yang berjudul A Room of One’s Own (1929). Secara etimologis feminis berasal dari kata femme (woman), berarti perempuan yang bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan (jamak), sebagai kelas sosial. Tujuan feminis adalah keseimbangan, interelasi gender. Dalam pengertian yang lebih luas, feminis adalah gerakan kaum wanita untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan, disubordinasikan, dan direndahkan oleh kebudayaan dominan, baik dalam bidang politik dan ekonomi maupun kehidupan sosial pada umumnya. Teori feminis sebagai alat kaum wanita untuk memperjuangkan hak-haknya, erat berkaitan dengan konflik kelas ras, khususnya konflik gender. Dalam teori sastra kontemporer, feminis merupakan gerakan perempuan yang terjadi hampir di seluruh dunia. Gerakan ini dipicu oleh adanya kesadaran bahwa hak-hak kaum perempuan sama dengan kaum laki-laki. Keberagaman dan perbedaan objek dengan teori dan metodenya merupakan ciri khas studi feminis. Dalam kaitannya dengan sastra, bidang studi yang relevan, diantaranya: tradisi literer perempuan, pengarang perempuan, pembaca perempuan, ciri-ciri khas bahasa perempuan, tokoh-tokoh perempuan, dan sebagainya. Dalam kaitannya dengan kajian budaya, permasalahan perempuan lebih banyak berkaitan dengan kesetaraan gender. Feminis, khususnya masalah-masalah mengenai wanita pada umumnya dikaitkan dengan emansipasi, gerakan kaum perempuan untuk menuntut persamaan hak dengan kaum laki-laki, baik dalam bidang politik dan ekonomi, maupun gerakan sosial budaya pada umumnya. Dalam sastra emansipasi sudah dipermasalahkan sejak tahun 1920-an, ditandai dengan hadirnya novel-novel Balai Pustaka, dengan mengemukakan masalah-masalah kawin paksa, yang kemudian dilanjutkan pada periode 1930-an yang diawali dengan Layar Terkembang karangan Sutan Takdir Aliajahbana.
            Berbicara feminisme artinya membicarakan ideologi, bukan wacana.Hakikat feminisme adalah perlawanan, anti, dan bebas dari penindasan, dominasi,hegemoni, ketidakadilan, dan kekerasan. Kekhasan feminisme adalah melawan penindasan. Perlawanan ini ditempuh dengan berbagai macam cara atau aksi.Karena melawan penindasan, maka perlawanan ini harus diawali dengan adanyakesadaran kritis dan pengorganisasian diri. Dengan mata, hati dan tindakan yaitu bahwa dia menyadari, melihat, mengalami adanya penindasan yang terjadi pada perempuan mempertanyakannya, menggugat dan mengambil aksi untuk merubahkondisi tersebut. Feminisme dengan demikian berpihak pada perempuan, padamereka yang ditindas, didiskriminasi, diekploitasi, dan diabaikan.Feminisme membongkar pengalaman ketertindasan sebagai perempuan,mempertanyakan relasi-relasi kekuasaan yang berlangsung pada perempuan.Feminisme memperjuangkan kemanusiaan kaum perempuan, memperjuangkan perempuan sebagai manusia merdeka menuju penataan hubungan-hubungan sosial baru di mana perempuan sama dengan laki-laki menjadi subjek utuh dalammembuat keputusan dalam alokasi kekuasaan dan sumber-sumbernya. Perubahanini datang tidak dengan sendirinya melainkan harus diperjuangkan.

Poskolonialisme
                Teori postkolonial dapat didefinisikan sebagai teori kritis yang mencoba mengungkapkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kolonialisme. Postkolonialisme, dari akar kata  post- + kolonial  + -isme secara harfiah berarti paham mengenai teori yang lahir sesudah zaman kolonial. Dasar semantik istilah postkolonial tampaknya hanya berkaitan dengan kebudayaan-kebudayaan nasionalsetelah runtuhnya kekuasaan imperial. Dalam karya-karya sebelumnya, istilah postkolonial ini tak jarang juga digunakan untuk membedakan masa sebelum dansesudah kemerdekaan (masa kolonial dan postkolonial). Misalnya saja, dalammerekonstruksi sejarah-sejarah kesusastraan nasional atau memaparkan kajian-kajian.
            perbandingan antar tahapan-tahapan dalam sejarah-sejarah tersebut. Secara umum,meski istilah kolonial telah digunakan untuk menyebut masa prakemerdekaan dansebagai istilah untuk menggambarkan karya-karya nasional, seperti tulisan Kanadamodern atau kesusastraan India Barat kontemporer, istilah tersebut juga dipakai untuk menyebut masa setelah kemerdekaan. Sasaran postkolonialisme adalah masyarakat yang dibayang- bayangi oleh pengalaman kolonialisme. Teori postkolonial dapat didefinisikan sebagai teori kritis yang mencobamengungkapkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kolonialisme. Analisis postkolonial dapat digunakan, di satu pihak untuk menelusuri aspek-aspek tersembunyi atau dengan sengaja disembunyikan sehingga dapat diketahui bagaimanakekuasaan itu bekerja, dipihak lain membongkar disiplin, lembaga, dan ideologi yangmendasarinya.Dalam hubungan inilah peranan bahasa, sastra, dan kebudayaan pada umumnyadapat memainkan peranan sebab dalam ketiga gejala tersebutlah terkandung wacanasebagaimana diintensikan oleh kelompok kolonialis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa teori postkolonial mampu mengungkap masalah-masalahtersembunyi yang terkandung di balik kenyataan yang pernah terjadi:1. Secara definitif, postkolonialisme menaruh perhatian untuk menganalisis erakolonial. Postkolonialisme sangat sesuai dengan permasalahan yang sedangdihadapi bangsa Indonesia yang merdeka baru setengah abad.2. Postkolonialisme memiliki kaitan erat dengan nasionalisme, sedangkan bangsaIndonesia sendiri juga sedang diperhadapkan dengan berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Teori postkolonial dianggapdapat memberikan pemahaman terhadap masing-masing pribadi agar selalumengutamakan kepentingan bangsa di atas golongan, kepentingan golongan di ataskepentingan pribadi.3. Sebagai teori baru, sebagai varian postrukturalisme, postkolonialismememperjuangkan narasi kecil, menggalang kekuatan dari bawah sekaligus belajar dari masa lampau untuk menuju masa depan.4. Postkolonialisme membangkitkan kesadaran bahwa penjajahan bukan semata-matadalam bentuk fisik, melainkan psike. Model penjajahan terakhir masih berlanjut.5. Postkolonialisme bukan semata-mata teori melainkan suatu kesadaran itu sendiri, bahwa masih banyak kesadaran besar yang harus dilakukan, seperti memerangiimperialisme, orientalisme, rasialisme, dan berbagai bentuk hegemoni lainnya, baik material maupun spiritual, baik yang berasal dari bangsa asing maupun bangsa sendiri.




























TEORI SASTRA
10 PEMAHAMAN TEORI SASTRA
1-B


NAMA          : M. NAZMI HALIM
NIM               : E1C 113 101


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM

Minggu, 12 Januari 2014

Lafadz-Sholawat


Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Say-yidina Muhammad yang telah Engkau penuhi hatinya dengan keagungan-Mu, dan telah Engkau penuhi matanya dengan sifat keindahan-Mu, sehingga ia menjadi senang-gembira, terbantu dan tertolong; juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepada mereka semuanya. Segala puji bagi Allah atas semua itu."
Penjelasan:
Abû 'Abdullah Al-Nu'mân pernah bermimpi melihat Nabi Saw., lalu ia bertanya, "Ya Rasulullah, shalawat manakah yang paling utama?
Beliau menjawab, "Katakanlah...(lalu Baginda Nabi menyebutkan shalawat ini)."
Ada lagi cerita lainnya tentang shalawat ini, seperti yang disebutkan di dalam kitab Dalâ'il al-Khayrât.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu,semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Muham-mad, kepada seluruh nabi dan rasul, serta kepada keluarga dan sahabat mereka semuanya; serta semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu dan Engkau memelihara diriku dari dosa- dosa yang tersisa."
Penjelasan:
Shalawat ini berasal dari Sayyid Ibrâhîm Al-Matbulî
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, yang pemaaf dan penyayang,. serta yang mempunyai akhlak yang agung; juga kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan isteri-isterinya di setiap saat sebanyak jumlah semua yang baru dan yang lama."
Penjelasan:
Shalawat ini lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-Ra'ûf al-Rahîm. Sayyid Ahmad Al-Shâwî mengatakan, "Shalawat ini termasuk sighat shalawat yang paling mulia. Oleh karena itu, seyogyanya diperbanyak membacanva."
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhamad dan kepada ke-luarganya, sebanyak jumlah nikmat Allah dan karunia-Nya."
Penjelasan:
Shalawat di atas lebih dikenal dengan sebutan shalawat Al-In'âm. Khasiatnya adalah seperti yang dikatakan oleh Sayyid Ahmad Al-Shâwî, yakni membuka pintu kenik-matan dunia dan akhirat bagi pembacanya, sementara pahalanya tidak terhingga.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada cahaya yang berkilau, bulan yang memancar, purnama yang naik, hujan yang melimpah, pertolongan yang luas, kekasih yang menolong, Nabi yang membuat undang-undang, Rasul yang menjelaskan, orang yang diperintah yang taat, kawan bicara yang mendengarkan, pedang yang tajam, hati yang khusyuk, mata yang mengucurkan airmata, yakni Sayyidina Muhammad; juga kepada keluarganya dan anak-anaknya yang mulia; kepada sahabat-sahabatnya yang agung; serta kepada para pengikutnya diantara ahli sunnah dan Islam."
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat dan salam, kepada Sayyidina Muhammad, shalawat yang dengannya dituliskan garis-garis, dilapangkan dada, serta dimudahkan segala urusan, berkat rahmat dari-Mu, duhai Tuhan Yang Maha Pengampun, serta kepada keluarga dan para sahabatnya."
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muuhammad dan orang-orang yang menolongnya, sebanyak jumlah apa yang Engkau ketahui dari permulaan urusan sampai akhirnya, serta kepada keluarga dan Sahabat-sahabatnya."
Penjelasan:
Shalawat ini dan dua shalawat sebelumnya (no. 67 dan 68) bersumber dari Sayyid Ahmad Al-Rifâ'i ra. dan termasuk shalawat Al-Jawâmi' al-Kawâmil (kumpulan kesempurnaan).
Dikatakan bahwa, barangsiapa yang membacanya (yang mana saja dari ketiganya) sesudah salat shubuh atas niat dan keinginan apa saja, niscaya akan diperolehnya dengan izin Allah.
Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku bertawassul, dari-Mu aku meminta, kepada-Mu dan karena-Mu dan karena-Mu-bukan karena sesuatu Diri-Mu aku rindu. Aku tidak meminta dari-Mu selain Diri-Mu dan tidak meminta dari-Mu kecuali kepada-Mu.
Ya Allah, aku bertawassul kepada-Mu dalam perkenan itu dengan wasilah, yang teragung dan keutamaan yang ter-besar; yakni Sayyidina Muhammad, manusia pilihan, orang yang suci dan diridhai, serta Nabi pilihan. Dengannya aku memohon kepada-Mu agar Engkau memberikan shalawat kepadanya dengan shalawat yang bersifat abadi, lestari, dan mandiri; serta bersifat Ilahiyah dan Rabbaniyah, dimana ia menyaksikan bagiku hal itu di dalam mata ke-sempurnaanya dengan kesaksiannya makrifat terhadapanya; juga kepada keluarganya dan para saha-batnya. Sebab, Engkaulah penolong atas itu. Tiada upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. "
Artinya: "Ya Allah limpahkanlah shalawat atas Ahmad, utusan-Mu. Aku memohon kepada-Nya, ya Allah, dengannya, dan dengannya aku memohon kepada-Mu; agar Engkau melimpahkan shalawat kepadanya; dengan shalawat yang hakiki, untuk mengkhususkan dengannya, yang umum dalam seluruh kesatuan huruf dan nama serta dalam seluruh tingkatan akal dan ilmu; dengan shalawat yang berkesinambungan, yang tidak mungkin dipisahkan dengan cara dicoba atau sara lainnya, bahkan mustahil secara akal maupun naqli; juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak kepadanya."
Penjelasan
Shalawat ini dan shalawat sebelumnya berasal dari sumber yang sama yaitu, dari 'Arif Rabbanî, Sayyid Muhammad Wafâ' Al-Syadzili r.a., yang saya nukil dari kitab Masâliku al-Hunafâ'.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah Shalawat, Salam, dan berkah, kepada orang yang karenanya seluruh alam menjadi mulia; limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammmad yang Engkau tampakkan dengannya petunjuk kebajikan, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menjelaskan bagian terkecil dari Al-Quran, limpahkanlah Shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad, pemimpin orang-orang terkemuka dan penyebab keberadaan setiap manusia, dan limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang membangun tiang-tiang syariat bagi alam manusia dan jin, yang menjelaskan perilaku tarekat bagi orang-orang yang bertanya, dan yang merumuskan ilmu-ilmu hakikat bagi orang-orang arif
Limpahkanlah ya Allah, shalawat, salam, dan berkah kepadanya dengan shalawat yang sesuai dengan kedu-dukannya yang mulia dan derajatnya yang tinggi. Lim-pahkanlah kesejahteraan yang banyak dan selalu. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Sayyidina Muhammad yang telah menghiasi mah-ligai hati, menampakkan rahasia yang gaib, dan pintu semua yang dipinta. Limpahkanlah ya Allah, shalawat dan salam kepadanya selama matahari menyinari alam Lim-pahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada orang yang telah mengucapkan kepada kami dengan ban-tuannya, kedermawanan. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang mendekatkan orang-orang jauh diantara kami ke hadirat Rabbaniyah, dan membawa orang-orang yang dekat dari kami ke maqam ilahiah yang tidak berujung. Limpahkanlah ya Allah, sha-lawat kepadanya dengan shalawat yang melapangkan dada, memudahkan urusan, dan menyingkap tabir, serta limpahkanlah pula kesejahteraan yang banyak, sampai Hari Kiamat. Amin."
Penjelasan
Shalawat di atas adalah yang dipakai oleh Sayyid Mushtafa Al-Bakrî dl saat mengakhiri wirid-nya yang dikenal dengan Wird al-Sikhr.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dengan semua shalawat yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya.
Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Sayyidina Muhammad dengan semua kesejahteraan yang Engkau sukai baginya, dan dalam setiap waktu yang Engkau sukai atasnya, Shalawat dan salam semoga selalu (tercurah) menurut keabadian-Mu, sebanyak jumlah yang Engkau ketahui, setimbang dengan apa yang Engkau ketahui, se-penuh apa yang Engkau ketahui, dan sebanyak tinta ka-limat-Mu, serta berlipat-lipat ganda dari itu.
Ya Allah, bagi-Mu-lah pujian dan syukur sebanyak itu pula, atas semua itu dan di dalam semua itu; juga kepada ke-luarganya, sahabat-sahabatnya dan saudara-saudaranya."
Penjelasan
Shalawat ini berasal dari Sayyid Murtadhâ Al-Zubaydi.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, dengan shalawat yang menjadi pintu yang disaksikan bagi kami di sisi Allah, dan yang menjadi tirai yang tertutup di sisi musuh-musuhnya juga kepada keluarga dan para sahabatnya."
Artinya: "Ya Allah, aku memohon dengan asma-Mu yang agung yang tertulis dari cahaya Wajah-Mu yang Maha-tinggi dan Mahabesar; yang kekal dan abadi, di dalam kalbu Rasul dan Nabi-Mu, Muhammad; aku memohon dengan asma-Mu yang agung dan tunggal dengan kesatuan yang manuggal, yang Maha Agung dari kesatuan jumlah, dan yang Maha Suci dari setiap sesuatu -dan dengan hak Bismillâhirrahmânirrahîmi, Qul Huwallâhu ahad, Allâhu al-Shamad, lam Yalid walam Yûlad, walam Yakun lahu Kufwân Ahad, semoga Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami, Muhammad, rahasia kehidupan yang ada, sebab terbesar bagi yang ada, dengan shalawat yang menetapkan iman dalam hatiku, dan mendorongku agar menghafalkan Al-Quran, memberikan pemahaman bagiku dari ayat-ayatnya, mem-bukakan bagiku dengannya cahaya surga dan cahaya nikmat, serta cahaya pandangan kepada wajah-Mu yang mulia, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Limpahkan pula salam sejahtera kepadanya."
Penjelasan:
Shalawat ini dan yang sebelumnya (no.74) adalah berasal dari Al-'Arif Billâh Sayyid Taqiyyuddin Al-Hanbalî.

Sabtu, 11 Januari 2014

Rahasia Yang Perlu di Amalka ..

1. Rahasia kemampuan 'bicara efektif' adalah justeru 'mendengarkan'.

2. Rahasia belajar paling cepat adalah dengan melakukannya.

3. Rahasia bagaimana memahami dengan baik adalah memperhatikan.

4. Rahasia bagaimana melupakan sesuatu adalah justeru dengan mengingatnya

5. Rahasia hidup sehat adalah banyak-banyak berpuasa, mengurangi makan; bukan sebaliknya banyak makan

6. Rahasia bagaimana mencari perhatian adalah justeru tidak tampil mencolok

7. Biarkan orang lain bicara, maka mereka akan membuka aib diri sendiri

8. Lakukan yang terbaik, maka hal-hal baik akan datang dengan sendirinya

9. Rahasia menjadi kaya bukan mencari harta sebanyak-banyaknya, melainkan merasa cukup

10. Rahasia pembalasan terbaik atas orang yang jahat atau menjelek2kan kita adalah kita justeru terus berbuat baik dan dermawan padanya.

11. Terakhir, bagaimana mengundang jodoh terbaik dalam hidup kita? Sama sekali tidak dengan berdandan, tebar pesona, apalagi berpakaian menggoda. Justeru dengan terus sibuk memperbaiki diri.

5 Waktu tidur yang dilarang oleh Rasulullah SAW

1- Tidur selepas makan.
2- Tidur sepanjang hari.
3- Tidur selepas shalat Subuh dan awal pagi.
4- Tidur pada waktu asar.
5- Tidur sebelum shalat Isya.

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Kamis, 09 Januari 2014

Tugas 5 Pengantar Komputer

SUKA DUKA MENJADI MAHASISWA DI FKIP UNRAM
   Suka duka  saya selama menjadi mahasiswa di FKIP Unram adalah ketika bergabung dengan teman-teman di kelas, ngerumpi bareng, saling ejek dan ketika melihat dosen yang baru akan masuk ruangan saya dan temen langsung lari masuk kelas mendahului dosen tersebut dan apa bila kami terlambat masuk kami menghormatinya atau member salam biasanya dengan senyuman manja. Duka yang saya alamai ketika melihat temen cewek yang datang terlambat ketika pelajaran sudah dimulai dan pada saat dia akan masuk dan melihat kursi yang kurang diruangan tersebut dengan muka yang terpaksa atau malas mau tidak mau harus mencari bangku ke kelas yang kosong semua itu untuk tempet duduk dan Ketika jam kuliah kadang dosen tidak masuk dan ketika hujan datang mahasiswa banyak yang malas sehingga  kami ketinggalan banyak  materi lalu kami harus menerima tugas-tugas harus dikerjakan dan harus dikumpulkan pada saat hari itu dan terkadang ada juga tugas yang kami disuruh kerjakan ada yang belum di jelasain sehingga kami terkadang tidak paham dengan tugas tersebut.


KELUH KESAH SELAMA MENGIKUTI KULIAH KOMPUTER

  Keluh kesah selama mengikuti kuliah komputer ketika dalam pelajaran komputer itu kadang sulit di mengerti dan di pahami, dan dosennya kurang memberi perhatian kepada yang tidak bisa dan membiarkannya saja

KOMENTAR TERHADAP DOSEN
 
Jangan terlalu dibawa serius pelajarannya saja :-)